Di Bali Gudang Maksiyat ???
Posted on February 8, 2008
Filed Under opini | 2 Comments
Saya 10 tahun di Bali,…ehm,…dakwah alhamdulillah
lancar,..pertumbuhan kader bagus, bahkan kini sudah
5700 ummat Islam di Bali telah tertarbiyah.
Tetapi kalau di Bali adalah banyak tempat maksiyat
saya akui,….. Emangnya kenapa ?
Kalau di Jakrta, sama juga kan ?. Bahkan jumlah
kemaksiyatannya lebih banyak. Bahkan kantor-kantor
kemaksiyatan mungkin lebih banyak dari di Bali. Di
Bali kalau malam maksimal jam 12.00 udah sepi kok,..di
Jakarta ?
Ada apa Mukernas di Bali di persoalkan akhi…?
Bukankan ini menunjukkan salah satu kelemahan kita
dalam memahami fiqhul waqi’,..atau ketidak berdayaan
salah satu akh kita dalam dakwah yang medannya
beraneka ragam.
Bagaimana kita bisa melangkah dakwah menuju mihwar
dauli,…kalau memandang Bali seperti itu…?
Saya sangat kerasan di Bali,….justru di pulau inilah
kedewasaan dakwah lebih teruji.
Akhukum fillah,.PKS Bali
Heri
PKS Bali Belum Tentukan Calon Gubernur
Posted on February 8, 2008
Filed Under media | Leave a Comment
Denpasar, Suhu Pilkada Bali mulai menghangat menyusul telah ditetapkannya secara resmi Calon Gubernur/Calon Wakil Gubernur, Komjen I Made Mangku Pastika/AAN Puspayoga dari PDIP. Penetapan ini hampir dipastikan akan memicu partai-partai lain untuk segera menelorkan pasangan jagoannya, termasuk juga kemungkinan terbentuknya koaliasi-koalisi partai. Read more
Mencari Wajah Baru PKS
Posted on February 5, 2008
Filed Under opini | 12 Comments
Tidak banyak partai baru yang bisa bertahan dalam era politik “tarung bebas” sekarang ini. Di antara partai politik baru yang mampu bertahan itu, yang paling menarik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
PKS merupakan partai menarik karena banyak alasan. Pertama, ia besar karena bertumpu pada kemampuan berorganisasi, bukan pada karisma seorang tokoh tertentu. Kedua, ia didominasi anak-anak muda yang rata-rata berpendidikan tinggi dan bersemangat tinggi.
Ketiga, ia berasal dari sebuah gerakan sosial yang kental dengan nuansa agama sehingga disebut juga sebagai “gerakan dakwah”. Keempat, ia (sempat) mewarnai politik Indonesia dengan “politik program” -program bersih dan peduli-, sesuatu yang terasa menyegarkan di tengah politik Indonesia yang didominasi jargon, bahkan tipu muslihat kepada rakyat.
Masa hidup PKS juga menarik untuk dicermati. Masa hidup itu mungkin bisa dibagi ke dalam empat periode besar.
PKS, Bersih, Peduli dan….. Terbuka
Posted on February 5, 2008
Filed Under serba-serbi mukernas | 11 Comments
Pagi ini ada acara penting yg harus saya hadiri, sosialsiasi program”al-akh al Jadid” yg diselenggarakan oleh DPC. Bergegas saya pacu kuda besi menuju lokasi acara bersama istri dan dua gadis kecil sy yg cantik. Begitu kami tiba, kumandang taujih robbani baru saja dibacakan didiiringi kekhusukan para ikhwah mendengarnya. Duduk di depan seorang masyaikh da’wah,tokoh partai yg menjadi min awail da’wah ini yg akan menyampaikan taujihnya,beliau adalah Ustadz Aus Hidayat Nur. Kang Aus,begitu beliau biasa disapa sejurus kemudian mulai berbicara. Dalam taujih itu pula beliau membocorkan pula rencana DPP mengadakan Mukernas. Berikut saya tuliskan dari apa yg beliau sampaikan seputar Mukernas tersebut. Read more
Mengokohkan Jati Diri dan Citra PKS
Posted on February 5, 2008
Filed Under opini | Leave a Comment
Slogan ‘Bersih dan Peduli’ yang dicanangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelang pemilu 2004 mengantarkan partai ini pada perolehan suara spektakuler. Dari semula hanya 1,5 persen pada Pemilu 1999 melonjak lima kali lipat menjadi 7,5 persen sehingga menjadikannya sebagai partai Islam paling fenomenal.
Ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa ‘Bersih dan Peduli’ bukan semata slogan, tapi kristalisasi bukti-bukti di lapangan sejak partai ini berdiri tahun 1998 (sebelumnya Partai Keadilan). ‘Bersih dan Peduli’ dengan mudah diatribusikan kepada PKS karena memang nilainilai itu dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Read more
PKS Tawari Caleg Tokoh Hindu
Posted on February 4, 2008
Filed Under media | 47 Comments
Mukernas Berakhir Kemarin di Bali
JP - DENPASAR - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bali berakhir kemarin (3/1). Salah satu hal menarik dalam dialog kebangsaan di Agung Room Grand Inna Bali Beach kemarin, tokoh Hindu Bali, Ida Pedanda Sebali Tianyar, yang menjadi narasumber ditawari menjadi caleg PKS dalam Pemilu 2009.
Sedianya selain Ida Pedanda , terjadwal pula Taufik Kiemas dan Jakob Oetama untuk mengisi dialog kebangsaan. Namun, keduanya batal hadir. Pada saat dialog itulah Fahri Hamzah menawari tokoh Hindu itu untuk menjadi caleg dari partainya. “Kita berkehendak, mau nggak Pak Pedanda menjadi caleg PKS?” tanya Fahri yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta Mukernas. Read more
Letjend (Purn) Saiful Sulun: Kuncinya Kesadaran Untuk Bangkit
Posted on February 3, 2008
Filed Under mukernas | 1 Comment
Denpasar – Dalam dialog kebangsaan (03/02) yang digelar oleh PKS di Agung Room Inna Grand Bali Beach Sanur –sebagai rangkaian acara Mukernas - Letjend (purn) Saiful Sulun menilai bahwa pemerintahan selama 10 tahun reformasi tidak memberikan dampak perbaikan. Secara keseluruhan bangsa Indonesia mengalami kemunduran. Rasa nasionalisme bangsa semakin tipis lantaran budaya nafsi-nafsi (individualis) semakin merajalela. Read more
keep looking »
Logo Mukernas
PKS Gelar Mukernas. Baliho Mukernas di depan Hotel Inna Grand Bali Beach menyambut peserta Mukernas PKS yang mulai berdatangan dari berbagai daerah. Mukernas PKS akan berlangsung sejak Jum'at hingga Ahad(1-3 Februari) di Hotel Inna Grand Beach Denpasar, Bali.
dok. detik.com Simpatisan muda PKS menggelar atraksi motor di halaman Hotel Inna Grand Bali Beach, Jumat (1/2)