PKS; Bangun Koalisi Berbasis Agenda

Posted on November 14, 2008
Filed Under Kajian Utama | Leave a Comment

Dalam sebuah dialog di televisi swasta, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, Lc mengungkapkan bahwa PKS hanya akan membangun koalisi pemilihan Presiden dengan partai yang memiliki basis agenda yang kuat. Dikatakannya, dalam membangun koalisi permanen, PKS tidak terlalu mempersoalkan figur calon presiden (capres), melainkan sejauh mana komitmen partai mitra tersebut dalam menjalankan agenda-agenda koalisi. “Dalam koalisi, kesetiaan PKS tidak pada orang atau presiden, melainkan pada agenda yang dijalankan,” katanya.

Ditambahkannya, pengkritisan yang kerap dilakukan PKS terhadap pemerintahan Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) beberapa waktu lalu bukan menunjukkan ketidak-komitmenan PKS terhadap koalisi yang dibangun. Menurutnya, sikap kritis tersebut semata-mata ditujukan sebagai bahan pengingat terhadap agenda-agenda koalisi yang dibangun. Agar masyarakat tidak selalu menjadi komoditi dari setiap kebijakan pemerintah. Seperti diketahui, saat pemerintah memutuskan menaikkan harga BBM beberapa waktu lalu, PKS menjadi satu-satunya partai anggota koalisi pemerintahan SBY yang dengan tegas menolak kebijakan tersebut. akibatnya, PKS dituding bersikap “mendua” terhadap koalisi.

Berangkat dari pengalaman tersebut, maka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang, PKS mulai memasang “tarif” mahal bagi partai-partai yang meliriknya untuk berkoalisi. Selain reformis dan serius terhadap pemberantasan tikus-tikus birokrasi (koruptor), serta pro terhadap pendukungan perjuangan rakyat Palestina, PKS juga mengharapkan dapat bekerja dengan partai-partai yang mengutamakan kader muda dalam pentas perpolitikan nasional. Selain itu, PKS juga menawarkan kontrak politik yang harus ditandatangani sebagai pengikat anggota koalisi dalam menjalankan roda pemerintahan. “Sehingga kontrak Politik tersebut bisa menjadi sanksi moral bagi pemerintah jika kebijakannya menyimpang dari agenda koalisi,” tandas peneliti Indo Baromater, M. Qodari dalam sebuah diskusi politik.

Sebagai partai besar yang kekuatan politiknya diperhitungkan, PKS belum menetapkan calon presiden yang akan diusung dalam Pilpres mendatang. Padahal, sejumlah politisi senior sudah terlebih dahulu mengumumkan dirinya untuk maju sebagai calon presiden, meski akhirnya di tengah jalan sebagian besar dari mereka sudah hampir dapat dipastikan terjegal. Langkah ini diambil bukan sebagai “langkah aman”, melainkan lebih kepada bentuk kehati-hatian PKS dalam mensikapi perkembangan dinamika politik yang fluktuatif.

Di Bali Gudang Maksiyat ???

Posted on February 8, 2008
Filed Under Uncategorized | 3 Comments

Saya 10 tahun di Bali,…ehm,…dakwah alhamdulillah
lancar,..pertumbuhan kader bagus, bahkan kini sudah
5700 ummat Islam di Bali telah tertarbiyah.

Tetapi kalau di Bali adalah banyak tempat maksiyat
saya akui,….. Emangnya kenapa ?

Kalau di Jakrta, sama juga kan ?. Bahkan jumlah
kemaksiyatannya lebih banyak. Bahkan kantor-kantor
kemaksiyatan mungkin lebih banyak dari di Bali. Di
Bali kalau malam maksimal jam 12.00 udah sepi kok,..di
Jakarta ?

Ada apa Mukernas di Bali di persoalkan akhi…?
Bukankan ini menunjukkan salah satu kelemahan kita
dalam memahami fiqhul waqi’,..atau ketidak berdayaan
salah satu akh kita dalam dakwah yang medannya
beraneka ragam.

Bagaimana kita bisa melangkah dakwah menuju mihwar
dauli,…kalau memandang Bali seperti itu…?

Saya sangat kerasan di Bali,….justru di pulau inilah
kedewasaan dakwah lebih teruji.

Akhukum fillah,.PKS Bali
Heri

PKS Bali Belum Tentukan Calon Gubernur

Posted on February 8, 2008
Filed Under media | Leave a Comment

Denpasar, Suhu Pilkada Bali mulai menghangat menyusul telah ditetapkannya secara resmi Calon Gubernur/Calon Wakil Gubernur, Komjen I Made Mangku Pastika/AAN Puspayoga dari PDIP. Penetapan ini hampir dipastikan akan memicu partai-partai lain untuk segera menelorkan pasangan jagoannya, termasuk juga kemungkinan terbentuknya koaliasi-koalisi partai. Read more

Mencari Wajah Baru PKS

Posted on February 5, 2008
Filed Under Uncategorized | 12 Comments

Tidak banyak partai baru yang bisa bertahan dalam era politik “tarung bebas” sekarang ini. Di antara partai politik baru yang mampu bertahan itu, yang paling menarik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
PKS merupakan partai menarik karena banyak alasan. Pertama, ia besar karena bertumpu pada kemampuan berorganisasi, bukan pada karisma seorang tokoh tertentu. Kedua, ia didominasi anak-anak muda yang rata-rata berpendidikan tinggi dan bersemangat tinggi.
Ketiga, ia berasal dari sebuah gerakan sosial yang kental dengan nuansa agama sehingga disebut juga sebagai “gerakan dakwah”. Keempat, ia (sempat) mewarnai politik Indonesia dengan “politik program” -program bersih dan peduli-, sesuatu yang terasa menyegarkan di tengah politik Indonesia yang didominasi jargon, bahkan tipu muslihat kepada rakyat.
Masa hidup PKS juga menarik untuk dicermati. Masa hidup itu mungkin bisa dibagi ke dalam empat periode besar.

Read more

PKS, Bersih, Peduli dan….. Terbuka

Posted on February 5, 2008
Filed Under Uncategorized | 11 Comments

Pagi ini ada acara penting yg harus saya hadiri, sosialsiasi program”al-akh al Jadid” yg diselenggarakan oleh DPC. Bergegas saya pacu kuda besi menuju lokasi acara bersama istri dan dua gadis kecil sy yg cantik. Begitu kami tiba, kumandang taujih robbani baru saja dibacakan didiiringi kekhusukan para ikhwah mendengarnya. Duduk di depan seorang masyaikh da’wah,tokoh partai yg menjadi min awail da’wah ini yg akan menyampaikan taujihnya,beliau adalah Ustadz Aus Hidayat Nur. Kang Aus,begitu beliau biasa disapa sejurus kemudian mulai berbicara. Dalam taujih itu pula beliau membocorkan pula rencana DPP mengadakan Mukernas. Berikut saya tuliskan dari apa yg beliau sampaikan seputar Mukernas tersebut. Read more

Mengokohkan Jati Diri dan Citra PKS

Posted on February 5, 2008
Filed Under Uncategorized | Leave a Comment

Slogan ‘Bersih dan Peduli’ yang dicanangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjelang pemilu 2004 mengantarkan partai ini pada perolehan suara spektakuler. Dari semula hanya 1,5 persen pada Pemilu 1999 melonjak lima kali lipat menjadi 7,5 persen sehingga menjadikannya sebagai partai Islam paling fenomenal.

Ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa ‘Bersih dan Peduli’ bukan semata slogan, tapi kristalisasi bukti-bukti di lapangan sejak partai ini berdiri tahun 1998 (sebelumnya Partai Keadilan). ‘Bersih dan Peduli’ dengan mudah diatribusikan kepada PKS karena memang nilainilai itu dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. Read more

PKS Tawari Caleg Tokoh Hindu

Posted on February 4, 2008
Filed Under media | 48 Comments

Mukernas Berakhir Kemarin di Bali
JP - DENPASAR - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Bali berakhir kemarin (3/1). Salah satu hal menarik dalam dialog kebangsaan di Agung Room Grand Inna Bali Beach kemarin, tokoh Hindu Bali, Ida Pedanda Sebali Tianyar, yang menjadi narasumber ditawari menjadi caleg PKS dalam Pemilu 2009.

Sedianya selain Ida Pedanda , terjadwal pula Taufik Kiemas dan Jakob Oetama untuk mengisi dialog kebangsaan. Namun, keduanya batal hadir. Pada saat dialog itulah Fahri Hamzah menawari tokoh Hindu itu untuk menjadi caleg dari partainya. “Kita berkehendak, mau nggak Pak Pedanda menjadi caleg PKS?” tanya Fahri yang disambut tepuk tangan gemuruh peserta Mukernas. Read more

« go backkeep looking »